Favorit Saya

Get Connection

Ilmu Baru, Pengalaman Baru

Tepat pukul 17.35, hari Ahad, 18 Oktober 2015, aku tertidur. Bukan di atas kasur, atau pun di lantai keramik seperti kebiasaaku. Tapi di atas kendaraan. Bukan mobil atau pun pesawat, atau kapal, bukan, bukan sama sekali. Aku tertidur di atas motor. Awalnya terasa lucu memang. Tapi, setelah tersadar, bibir ku pecah, hidungku menghantam bamper belakang sebuah mobil phanter berwarna silver, cap motorku menabrak kaca belakang.

Teman, apa pun kejadian hari itu, ini adalah keajaiban. Ini kesempatan sekaligus anugrah Allah. Jika berpikir flashback, adalah sebuah kemustahilan aku bisa selamat, karena melihat kondisi bagian belakang mobil tangguh yang memiliki bahan yang cukup keras dengan kandungan asli besi murni itu bisa penyok dan bengkok. Coba pikirkan, apakah kecelakan seperti itu bisa membuat siapa pun akan selamat,? Tapi, itulah kenyataan yang telah aku alami.

Aku selamat 99 %. Hanya saja, bibirku koyak tak beraturan, dan sudah ditangani oleh salah satu dokter rumah sakit di kota bertuah Pekanbaru. Sudah dijahit dan scan rontgen oleh unit radiologi bagian nasal, karena memang hidung terbentur. Ini memang benar-benar kejaiban, menurut hematku. 

Mengapa? sebelum kejadian itu, aku baru tiba dari pariaman, sumbar, dini hari pukul 04.00. Lalu aku lanjutkan aktivitas di pukul 08.00 sampai sore hari sebelum kejadian itu. Ternyata aku melupakan hal yang sangat berharga, yaitu menghargai kondisi tubuh ini agar tetap fit. Mungkin Allah beri jalan seperti ini, agar aku sadar betapa pentingnya kesehatan. Dan ternyata, aku pernah diperingatkan oleh Manager (kx iren), oleh teman2 munsyid VC gema, dan juga orang tua. Namun aku tetap yakin dan bersikukuh. Ya, ini sudah jalan, hanya hikmah yang bisa kuambil.

Aku tidak merasa takut, teman. Aku tidak merasakan trauma yang berlebihan. Dan aku tidak memiliki gejala tetanus. Bukan aku sok kuat, bukan berlagak hebat, tapi memang ini kenyataannya. Alhamdulillah, sudah sepantasnya aku bersyukur. Dan tidak lupa introspeksi atas salah dan silap.

Terimakasih dan rasa syukur kepada Yang Maha Memberi Keselamatan. Allah 'Azawajalla. 

Terimakasih buat orangtua terkasih yang selalu tabah atas ulahku.
Terimakasih aku ucapkan, kepada seluruh kerabat keluarga di Pekanbaru, andeh Farida, bagn Heri, jo Ripin, dan adikku tercinta Nurul Hafizah. Terimakasih pula buat keluarga besar Sigma Entertainment, terutama Awal, Amin, kx upik, kx mau, aziz, pita, dan yang lainnya. Terimakasih pula buat kerabat kampus, fajar, ara, ima, dan yang lainnya. Terima kasih atas do'a teman2 semua. Karena melalui do'a teman2, aku mendapatkan sebuah kejaiban ini. Terimakasih sudah bersusah susah memberikan donasi, terimakasih sudah menemani sejenak, dan terimakasih atas kebersamaan ini. Mohon ma'af sudah merepotkan, ma'af tidak mendengarkan nasehat-nasehat kerena keras kepalaku, Aku akan lekas sembuh, itu harapanku. 

Dan, terimakasih buat semuanya.

Ini hikmah

tidak ada rasa kesal sedikitpun
memang bukan kebetulan
ku rasa ini memang sudah jalan
dan aku merasa bersyukur

bukan untuk sok kuat
bukan berarti aku hebat
tapi memang Allah sayang
karena masih utuh tubuh ini 
untuk bernafas dan bergerak

tidak ada penyesalan
tapi introspeksi diri itu harus
bukan berarti aku sempurna
tapi inilah jalan hidup

kadang lurus, kadang berliku
kadang suka, tak jarang pula duka

ini hikmah, yang akan selalu kupetik hasilnya.
Dapatkan artikel terbaru via Facebook, Twitter dan Google+ :

Bagikan artikel ini ke:
Facebook Twitter Google+ Linkedin Digg

3 Responses to "Ilmu Baru, Pengalaman Baru"


  1. Blackout USA Review

    In "Dealing with Adversity," Randa Habelrih shares the story of how she and her family raised their autistic son, Richard, and how they sought the best treatments and experiences for him, which sometimes required fighting with organizations. She walks readers through dealing with school systems, job placement for her son, and many other parts of daily life. The end is an illuminating view of what it is like to have a family member with autism and how to overcome the obstacles.

    http://www.enriqueiglesias.com/profiles/blogs/alec-deacon-s-blackout-usa-review

    BalasHapus
  2. Semoga cepat sembuh Dhani... dan bisa beraktivitas kembali... tetap semangat

    BalasHapus

blogroll